BERITA:

Tekan Kematian Ibu Hamil, Peran Masyarakat Diperlukan

Hari/Tanggal: Senin, 02 Juli 2007

Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono mengajak masyarakat untuk berperan aktif mengurangi angka kematian ibu saat hamil, melahirkan, dan nifas.

Hal itu disampaikan Ibu Negara saat dialog interaktif dalam rangka sosialisasi keselamatan ibu dan bayi baru lahir di Radio Republik Indonesia, Jakarta, Senin (25/6) bersama dengan Ketua Aliansi Pita Putih Indonesia Sri Hartati Pandi dan Kepala BKKBN Sugiri Syarief.

"Tingginya angka kematian ibu disebabkan ketidaktahuan bahwa ketika mereka memiliki rencana untuk hamil maka harus mempersiapkan kesehatan fisik dan mental," katanya.
Menurut Ani Yudhoyono para calon ibu sedini mungkin harus membekali diri berbagai pengetahuan pada saat hamil untuk mencegah kematian ibu.

Selain itu, lanjut Ani, peran serta orang orang terdekat dalam hal ini suami sangat penting untuk ikut memperhatikan kesehatan ibu hamil.Ia mengungkapkan, sosialisasi pentingnya persiapan fisik dan mental ibu hamil juga harus dilakukan pada anak-anak muda yang kelak menjadi calon ibu.

Sementara itu Kepala BKKBN, Sugiri Syarif mengimbau masyarakat untuk memperhatikan tentang usia aman untuk melahirkan dan frekuensi melahirkan yang harus direncanakan.

"Dengan program KB maka ibu tidak sering mengandung, sehingga potensi kematian bisa ditekan," ujarnya.
Sugiri mengungkapkan pihaknya juga melakukan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi kepada masyarakat agar pengetahuan itu merata di semua kalangan.

Angka kematian ibu di Indonesia hingga kini masih tinggi, yakni 20 orang per jam atau sekitar 20 ribu ibu meninggal per tahun saat hamil, melahirkan, dan nifas. Pemerintah berupaya pada 2010 angka kematian ibu dapat diturunkan setiap tahunnya. (Ant/OL-06)
Sumber : mediaindo.co.id





Berita lainnya:
      next >>
PROGRAM